Posted by : Suka-suka Olshop
Jumat, 05 September 2014
Lombok adalah pulau yang juga memiliki banyak keindahan yang belum
diketahui banyak orang, dan tempat-tempat ini sebenarnya mempunyai
kemampuan untuk menarik pariwisatawan yang lumayan banyak jikalau
benar-benar di kelola dengan baik oleh negara, akan tetapi tempat-tempat
ini masih bisa dibilang belum layak, dikarenakan jalan yang rusak dan
tak terurus, banyak lubang yang bisa memungkinkan para pengendara
mengalami kematian yang mengakibatkan kematian, karena banyak lubang
yang besar dan agak dalam.
Lombok mempunya banyak tempat indah,
dan juga masih banyak juga yang belum ada yang tau tempat indah untuk di
kunjungin, tapi ada juga yang sudah di ketahui orang walau tidak banyak
seperti:
1. Pantai Pelanet
2. Pantai Cemara
3. Pantai Surga
4. Pantai Pink
5. Kaliantan
6. Senggigi
7. Gili Manuk
8. Gili Air
9. Gili Terawangan dll
Penduduk
setempat menginginkan perbaikan di tempat mereka, karena dengan ada
fasilitas yang memadai mungkin juga bisa meningkatkan perekonomian
penduduk setempat dan bisa membantu untuk menunjang perekonomian yang
ada di indonesia, dan ini adalah sedikit gambaran foto-foto pantai yang
menurut saya indah dan mungkin bisa menarik perhatian parawisatawan bisa diliat di samping tulisan.
Lombok,
menarik tidak hanya karena peralihan di antara Indonesia Asia dan
Australia fauna dan flora zona- atau yang dikenal sebagai garis Wallace,
tetapi dikarenakan oleh dandanan kebudayaan yang memikat,dan berbagai
elemen pencampuran kebudayaan itu sendiri.
Lombok
di kenal dengan" putri cantik yang terTidur". para pengunjung dari
eropa menggambarkannya sebagai "desa perdana yang muda dan yang manis "
jika dipandang dari pojok mata yang gemerlapan. Di satu hal, Lombok
kelihatannya seperti Bali 50 tahun yang lalu.Ini disebabkan bahwa pada
akhir abad ke-17 banyak orang bali yang berdatagan ke lombok dan
masing-masing mempunyai kebudayaan dan peninggalan etniknya sendiri.
Kebudayaan
Lombok dengan kuat dipengaruhi oleh elemen dari luar, khususnya dari
Bali, Jawa (majapahit) dan Goa. pola hiasan elemen Asing meliputi, di
antaranya, lewat keramik Cina dari periode Dynasty Ming.
Pengaruh kebudayaan Sumbawa dan bima dipantulkan di rumah tradisional, pakaian, upacara tradisional dan kepercayaan.

Sejarah menurut
isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini
bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti waktu lampau),
namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua
yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin
oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian surut dan digantikan
oleh Kerajaan Lombok. Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan
Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal
dari Bali pada masa itu. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di
pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton dan
Selaparang.
Kerajaan
Selaparang sendiri muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan
abad ke-16. Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan
kekuasaannya berakhir dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit
pada tahun 1357.Kerajaan Selaparang kedua adalah kerajaan Islam dan kekuasaannya berakhir pada tahun 1740 setelah ditaklukkan oleh gabungan Kerajaan Karang Asem dari Bali dan Arya Banjar Getas yang merupakan keluarga kerajaan yang berkhianat terhadap Selaparang karena permasalahan dengan raja Selaparang.
Geografi
Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia [2]. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.
Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia [2]. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace.
Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani
yang ketinggiannya mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut dan
menjadikannya yang ketiga tertinggi di Indonesia. Gunung ini terakhir
meletus pada bulan Juni-Juli 1994. Pada tahun 1997
kawasan gunung dan danau Segara Anak ditengahnya dinyatakan dilindungi
oleh pemerintah. Daerah selatan pulau ini sebagian besar terdiri atas
tanah subur yang dimanfaatkan untuk pertanian, komoditas yang biasanya
ditanam di daerah ini antara lain jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.
Demografi
Peta bahasa di pulau Lombok
Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa, Tionghoa dan Arab.
Bahasa
Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak
sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok
sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang
berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan tenggara.
Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan Kotamadya Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari.
Agama
Sebagian besar penduduk pulau Lombok terutama suku Sasak menganut agama Islam. Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut Kristen, Buddha
dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan terutama dipeluk oleh para
pendatang dari berbagai suku dan etnis yang bermukim di pulau ini.
Organisasi keagamaan terbesar di Lombok adalah Nahdlatul Wathan (NW),
organisasi ini juga banyak mendirikan lembaga pendidikan Islam dengan
berbagai level dari tingkat terendah hingga perguruan tinggi.
Di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di daerah Bayan, terutama di kalangan mereka yang berusia lanjut, masih dapat dijumpai para penganut aliran Islam Wetu Telu (waktu tiga). Tidak seperti umumnya penganut ajaran Islam yang melakukan salat lima kali dalam sehari, para penganut ajaran ini mempraktikan salat wajib
hanya pada tiga waktu saja. Konon hal ini terjadi karena penyebar Islam
saat itu mengajarkan Islam secara bertahap dan karena suatu hal tidak
sempat menyempurnakan dakwahnya.
Di Cakranegara (dulu bernama kerajaan Cakranegara) Kota Mataram
sekarang, dulunya ditemukan Naskah Lontar Kuno oleh Ekspedisi belanda
(KNIL) kemudian diambil lalu dibawa ke Belanda, naskah lontar ini
sebenarnya berada di Kerajaan Selaparang (sekarang sekitar daerah
Pringgabaya, Lombok Timur), namun pada saat peperangan antara Bali dan
Lombok, kerajaan Selaparang telah kalah karena diserang secara
tiba-tiba, dan akhirnya semua harta benda milik kerajaan selaparang
dirampas oleh pasukan Bali, sisa-sisa yang tidak terbawa kemudian
dibakar. Termasuk mahkota emas Raja selaparang (Pemban Selaparang) dan
naskah lontar Negara Kertagama yang sedang dipelajarai oleh para Putra
dan Perwira kerajaan Selaparang. halaman ini ditambahkan oleh Lalu
Zulkarnain, bekerja pada Sekretariat Daerah Kota Mataram.





I Like It (y)
BalasHapusNice
BalasHapus